4 Tujuan Sosial di Balik Sebuah Bisnis

Membangun bisnis memang lebih menguntungkan dibandingkan bekerja sebagai pegawai kantoran. Apa lagi jika Anda memiliki bisnis komersial pada umumnya. Tetapi, ada jenis bisnis baru yang bisa memberikan Anda keuntungan sekaligus menjalankan sebuah misi sosial, atau kerap disebut sebagai social entreprise. Bisnis jenis ini menggabungkan kegiatan keiwrausahaan dengan kegiatan sosial. Bisnis ini tidak mengutamakan keuntungan, melainkan pemecahan masalah sosial. Dari banyaknya bisnis sosial saat ini, berikut ini adalah beberapa tujuan sosial yang berusaha untuk dituntaskan oleh para pelaku bisnis berbasis sosial.

 

Para mantan penderita kusta

 

Pada zaman dahulu, penderita kusta di asingkan karena dianggap bisa menularkan kepada orang lain. Sehingga, mereka dijauhi masyarakat dan tidak bisa bekerja selayaknya orang lain. Tentu saja ini menjadi sebuah masalah sosial yang hadir ditengah masyarakat, karenanya salah satu pelaku social entreprise tergerak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan melakukan tujuan sosial dan membangun wirausaha sosial. Para mantan penderita penyakit ini diajak untuk bergabung dan memproduksi hijab dan aksesoris.

Kaum difabel

Tidak sedikit orang yang meremehkan kaum difabel. Bahkan mereka berpikir bahwa keistimewaan kaum difable membuat mereka tidak bisa mencari nafkah dan mengidupi diri sendiri. Ternyata, kekurang fisik bukan berarti membuat kaum difael harus berdiam diri dan tidak melakukan apa-apa. Seorang pelaku bisnis sosial bahkan melakukan sebuah tujuan sosial dimana dia membuka lapangan pekerjaan untuk 150 penyandang cacat lainnya, yaitu dengan membangun usaha kerajinan keset dengan kain perca.

Tabungan sampah

Sampah sudah menjadi masalah masyarakat yang tidak pernah ada habisnya. Di tambah lagi dengan kehadiran kantung plastik yang sulit untuk diurai, sehingga membuat sampah semakin menumpuk tak terebendung. Untuk itu, beberapa pebisnis ini memiliki tujuan sosial dengan mengajak masyarakat menyulap sampah menjadi pundi-pundi uang. Caranya, masyarakat cukup mengumpulkan sampah-sampah jenis tertentu, selanjutnya hasil kumpulan mereka ini disetor ke bank sampah untuk ditukarkan dengan uang. Dengan begitu lingkungan akan menjadi lebih bersih, dan masyarakat sekitar bisa mendapatkan keuntungan berupa pundi-pundi uang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *