Menikmati Masa Tua Tanpa Masalah Pikun

menikmati masa tuaMenikmati masa tua setelah pensiun memang paling bahagia adalah dengan mengabiskan waktu bersama keluarga, anak, cucu, dan orang-orang terdekat yang Anda sayangi. Akan tetapi, faktor kesehatan bisa menghambat kebahagian Anda, salah satunya jika terserang masalah kepikunan atau menurunnya daya ingat seseorang. Tentu saja Anda tidak mau melupakan memori indah bersama orang terkasih Anda, kan? Oleh sebab itu, hindari masalah kepikunan di usia tua dengan melakukan beberapa tips di bawah ini.

1. Lakukan Senam Otak

Hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi resiko terkena masalah kepikunan yang menghalangi Anda adalah dengan melakukan senam otak. Senam otak yang dimaksud di sini adalah dengan cara mengingat-ingat sesuatu dari hidup Anda, misalnya dengan menyebutkan nama-nama teman Anda, judul lagu yang sering Anda dengar, hingga berbagai macam jenis bunga yang Anda tahu. Dengan begitu, memori Anda akan terlatih dengan baik dan tidak mudah lupa.

2. Konsumsi Makanan Bernutrisi

Cara kedua yang bisa Anda lakukan untuk menikmati masa tua yang bahagia adalah mengkonsumsi makanan kaya gizi dan nutrisi. Makanan yang mengandung nutrisi yang banyak sangat baik dan bermanfaat untuk otak Anda. Beberapa makanan yang direkomendasikan seperti pisang, brokoli, bit, dan blueberry. Jika Anda memang menyukai sayuran dan buah, hal ini akan lebih baik. Tetapi, jika Anda kurang suka dengan kedua makanan tersebut, mungkin Anda bisa membuatnya menjadi jus dna smoothies. Dengan begitu, tidak ada lagi alasan untuk tidak mengonsumsi makanan bernutrisi.

3. Minum Air Putih

Air merupakan unsur tebanyak dalam tubuh manusia. Pada orang dewasa, air yang ada di dalam tubuh mencapai 70%, sementara pada lanjut usia kandungan tersebut menurun menjadi 50%. Nah, untuk menjaga kandungan air Anda tetap stabil, pastikan selalu minum air minimal 2 liter dalam sehari atau setara dengan 6-8 gelas. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan kerja seluruh organ tubuh, salah satunya adalah otak. Bukan hanya itu, air putih juga baik untuk menghilangkan beberapa racun di dalam darah. Tentu saja kebiasaan minum air putih bisa menjadi kunci untuk bahagia, kan?

4. Lakukan Permainan Asah-Otak

Permainan asah otak seperti mengisi teka-teki, membuat karya tulis, dan mengerjakan projek analisisi mampu membuat fungsi otak untuk lebih terlatih dan terstimulasi untuk menerima input dan rangsangan berpikir. Dengan begitu, otak Anda akan selalu bekerja dengan baik meski usia bertambah. Dengan fungsi otak yang baik, Anda akan lebih bahagia karena tidak perlu takut mengalami masalah ingatan atau pikun.

4 Jenis Pensiun Yang Ada di Indonesia

jenis pensiunPensiun adalah kondisi di saat seorang karyawan berhenti bekerja karena sudah memasuki usia non produktif atau pensiun. Pada umumnya, batas usia pensiun secara normal adalah 55 tahun atau batas maksimumnya adalah 60 tahun. Tetapi, keadaan ini dibagi ke dalam beberapa jenis berbeda. Di artikel berikut ini akan membahas jenis pensiun yang biasa diterapkan di Indonesia. Yuk, segera simak informasinya berikut ini.

1. Pensiun Normal

Seperti namanya, jenis ini merupakan pensiun yang biasanya dialami oleh orang kebanyakan, di mana umur mereka telah mencapai angka 50-60 tahun. Jadi, jika Anda atau keluarga Anda akan menyentuh umur tersebut, maka bersiap-siaplah untuk memasuki masa pensiun. Tetapi, sebelum masuk ke tahap ini, ada baiknya jika Anda telah mempersiapkan dan masa tua dengan baik demi kehidupan yang aman dan tentram.

2. Pensiun Dipercepat

Bila Anda berhenti bekerja sebelum memasuki usia pensiun, maka Anda termasuk jenis yang diperecepat. Uang pensiun Anda dibayaran pada usia terntetnu sebelum memasuki usia normal. Pada jenis ini, peserta pensiun akan mendapatkan hak pensiun selamat-lambatnya 3 bulan setelah mereka tidak lagi bekerja.

3. Pensiun Cacat

Dari setiap pekerjaan yang ada di dunia, pasti memiliki resikonya masing-masing. Apa lagi jika pekerjaan tersebut berhubungan langsung dengan mesin atau berada di lapangan. Salah satunya yang mungkin sering terjadi adalah kecelakaan kerja yang mengakibatkan karyawannya menjadi cacat. Jika hal ini sudah terjadi, biasanya karyawan ini akan dirumahkan oleh perusahaan dan ini masuk ke dalam jenis pensiun cacat. Mereka menjadi pensiun dini karena keadaanya yang tidak memungkinkan untuk kembali bekerja. Meski begitu, mereka akan tetap mendapatkan hak pensiun seperti pensiunan normal.

4. Pensiun di Tunda

Jenis pensiun ini berlaku untuk karyawan yang telah mengalami pensiun dini sebelum waktu yang ditentukan. Misalnya, seorang karyawan telah pensiun di usia 45 tahun karena alasan tertentu. Meski sudah tidak bekerja lagi, karyawan ini akan mendapatkan hak pensiunnya ketika dia mencapai usia pensiun normal, yaitu 50-60 tahun. Jadi, dia harus menunggu sekitar 5-10 tahun untuk mendapatkan haknya. Nah, keadaan ini lah yang disebut sebagai jenis pensiun ditunda.

Demikianlah beberapa jenis pensiun di Indonesia. Jika Anda masih menjadi karyawan yang produktif, mungkin informasi ini dapat menambah wawasan Anda ketika memasuki masa pensiun. Untuk itu, jangan lupa mempersiapkannya sejak dini, ya!

Bahagia Mempersiapkan Usia Senja Dengan Hal Ini

usia senjaBanyak orang yang mulai gelisah saat mendekati usia senja, yaitu 50 tahun. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi keadaan ini, mulai dari perubahan fisik, hormon, hingga keadaan finansial. Perlu Anda ketahui bahwa kekhawatiran tersebut tidak ada gunanya, karena dalam hidup ini tentu saja akan mengalami perubahan. Nah, untuk tetap bagian menghadapi perubahan dalam hidup, khususnya saat memasuki usia senja, mungkin Anda bisa melakukan beberapa hal di bawah ini.

1. Terima Keadaan Anda Sekarang

Hal pertama yang harus Anda lakukan ketika menghadapi perubahan adalah menerima keadaan tesebut. Saat memasuki masa tua, akan banyak hal yang berubah. Mulai dari kesehatan fisik Anda, hormon, perasaan, hingga aktivitas Anda sehari-hari. Jika Anda tidak bisa menerima keadaan tersebut, maka Anda hanya akan stress dan kesal dengan apa yang terjadi. Tentu saja itu tidak baik untuk kesehatan Anda, baik secara fisik maupun mental. Akan tetapi, jika Anda menerimanya dengan ikhlas, maka hidup Anda di usia senja akan lebih bahagia dan tentram.

2. Konsumsi Makanan Sehat

Percaya atau tidak, makanan dan minuman yang Anda konsumsi selain mempengaruhi kesehatan, dapat juga memengaruhi mood dan hormon Anda. Oleh sebab itu, perhatikan asupan makanan Anda saat memasuki usia senja. Hal ini bertujuan agar hidup Anda tetap sehat dan bahagia. Bukan hanya itu, makanan sehat yang Anda konsumsi bisa membuat kulit Anda tetap kencang. Tentu saja ini akan menjadi nilai plus untuk diri Anda, karena orang lain tidak akan tahu umur asli Anda bila selalu terlihat muda.

3. Hargai Dan Jaga Kesehatan Anda

Seiring bertambahnya umur, maka usia tubuh Anda pun ikut bertambah tua, sehingga membuat Anda harus lebih memerhatikan kesehatan tubuh. Oleh sebab itu, demi kehidupan usia senja yang bahagia dan menyenangkan bersama keluarga, pastikan Anda selalu menghargai dan menjaga kesehatan tubuh. Caranya, cukup mengonsumsi makanan sehat, perbaiki pola makan Anda, hingga melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala setiap 3 atau 6 bulan sekali. Dengan begitu, Anda bisa tahu bagaimana kondisi fisik Anda yang sebenarnya.

Begini Cara Menghindari Kesulitan Finansial di Masa Pensiun

kesulitan finansialSaat menginjak usia matang di angka 30 tahun, berarti Anda sudah lebih siap dalam berbagai hal, khususnya masalah finansial. Namun, di usia ini lah cobaan lebih banyak datang, mulai dari mobil impian yang sudah Anda dambakan sejak dulu, liburan ke berbagai tempat eksotis, hingga membeli ragam pakaian mahal buatan desainer. Euphoria ini membuat Anda menjadi boros dan melupakan persiapan dana pensiun di usia yang sangat penting. Padahal, di umur ini merupakan momen yang pas untuk mempersiapkan keuangan masa depan agar tidak mengalami kesulitan finansial. Oleh sebab itu, artikel di bawah ini akan menjabarkan bagaimana cara Anda untuk menghindari kesulitan finansial saat pensiun. Semakin dini Anda mempersiapkannya, maka akan semakin baik. Yuk, simak informasinya!

1. Siapkan Pensiun Anda

Apa Anda percaya dengan pepatah “bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”? Nyata, pepatah tersebut memang benar adanya. Saat Anda sudah memiliki pekerjaan yang enak, ada baiknya Anda menyisihkan penghasilan dan disimpan untuk persiapan dana hari tua. Pasalnya, saat sudah pensiun, Anda tidak mungkin mendapatkan gaji bulanan selayaknya seorang karyawan. Nah, dana yang Anda kumpulkan inilah yang akan membantu Anda agar tidak mengalami kesulitan finansial saat pensiun. Awalnya, Anda memang harus memaksa diri Anda untuk berhemat, tetapi di akhir nanti, Anda akan merasakan hasil dari usaha ini.

2. Lakukan Invetsasi

Setelah memiliki penghasilan yang berkecukupan, Anda mungkin bisa menyisihkan sedikit dana tersebut untuk diinvestasikan. Dana investasi ini nantinya bisa menghindari Anda dari kesulitan finansial di masa yang akan datang, terutama setelah pensiun. Tentu saja hasil investasi ini akan sangat menguntungkan. Tetapi, sebelum menempatkan dana Anda disebuah investasi, pastikan Anda mempelajari jenis dna produk investasi tersebut agar terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan.

3. Mari Menabung!

Satu lagi hal penting yang harus dilakukan setiap orang agar terhindar dari kesulitan finansial masa depan, yaitu menabung. Dengan menabung, Anda akan membiasakan diri untuk berhemat dan menyisihkan uang untuk keperluan yang lebih penting. Bahkan, Anda bisa mendapatkan manfaat lebih dari menabung sejak dini, yaitu kehidupan yang lebih sejahtera di masa depan. Jika ingin kehidupan Anda lebih nyaman, aman, tentram, dan damai, maka menabunglah sejak dini.

4 Olahraga Orang Tua Untuk Kesehatan Tulang

olahraga orang tuaOsteoporosis biasanya akan di rasakan oleh para orang usia lanjut. penyakit ini bisa terjadi disebabkan oleh kualitas kepadatan tulang yang menurun hingga menyebabkan pengeroposan dan rentak retak pada persendian tubuh. Untuk mencegah penyakit ini menyerang Anda saat tua nanti, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, seperti mengonsumsi kalsium yang cukup dan melakukan aktivitas olahraga yang baik untuk tulang. Meski begitu, masih banyak orang “berumur” yang terlambat mencegah penyakit ini. Satu-satunya yang bisa dilakukan ialah melakukan olahraga. Di artikel berikut akan membahas beberapa olahraga yang baik bagi kesehatan tulang mereka. Yuk simak informasinya di sini.

1. Yoga

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa yoga dapat meningkatkan kepadatan tulang belakang pada wanita yang melakukan yoga secara teratur. Hal ini tentu saja bukan hanya bisa dirasakan oleh para wanita, tetapi juga kaum Adam. Oleh sebab itu, aktivitas ini sangat cocok untuk menjadi olahraga orang tua. Manfaat yoga terhadap tulang adalah bisa meningkatkan kesehatan Anda. Anda bisa melakukannya setiap hari atau setiap akhir pekan. dengan begitu, kondisi kesehatan tulang Anda akan tetap terjaga meski umur tetap bertambah.

2. Tai Chi

Olahraga ini mungkin tidak sepopuler yoga, tetapi tidak banyak yang tahu bahwa Tai Chi juga merupakan olahraga untuk membantu dan menjaga kesehatan. Gerakannya yang lambat dan anggun membuat koordinasi dan kekuatan tulang Anda dilatih dengan baik. Bahkan, sebuah penelitian menyatakan bahwa olahraga yang berasal dari tanah Tiongkok ini mampu memperlambat proses pengeroposan tulang pada wanita menopause. Tentu saja, olahraga seperti ini lah yang dibutuhkan mereka terutama yang rentan terhadap penyakit tulang.

3. Golf

Sudah bukan hal asing lagi jika golf identik dengan olahraga orang tua atau olahraga kaum jetset. Pasalnya, olahraga ini membutuhkan alat-alat yang harganya tidak murah dan juga beragam kebutuhan pendukung lainnya. Meski terlihat santai, ternyata olahraga ini memiliki beragam manfaat baik untuk kesehatan tubuh Anda, khususnya bagian atas. Hal ini disebabkan saat Anda bermain golf, maka tubuh bagian atas Anda, khususnya tangan, akan banyak mengayun untuk memukul bola. Hal ini akan membuat panggul dan tulang belakang terlatih dengan baik.

3 Ketakutan Menghadapi Masa Pensiun

menghadapi masa pensiunDalam menjalani hidup, semua ditakdirkan untuk menjadi tua dan harus mengalami pensiun. Bagi orang yang mencintai kesibukan dan segala aktivitasnya sehari-hari, pensiun menjadi sebuah ketakutan yang tidak bisa dihindari. Pasalnya, setiap karyawan harus menghadapi pensiun ketika memasuki usia 50-60 tahun. Mungkin, bagi Anda yang merupakan wiraswasta hal ini tidak terlalu di rasakan. Tetapi, cepat atau lambat Anda akan berhenti mengelolah bisnis yang dijalani dan memberikannya kepada generasi selanjutnya. Dari beragam ketakutan yang biasanya di rasakan, berikut beberapa ketakutan menghadapi pensiun yang biasa dirasakan oleh orang-orang.

1. Masalah Keuangan

Saat masih bekerja, Anda sudah pasti mendapatkan penghasilan tetap setiap bulannya. Belum lagi pemasukan sampingan dari bisnis Anda yang lain. Namun, ketika harus menghadapi pensiun, Anda harus kehilangan sumber pendapatan tersebut, khususnya untuk pendapatan tetap setiap bulannya karena berhenti bekerja. Hal ini lah yang menjadi momok bagi para orang tua. Mereka akan berpikir beragam kemungkinan buruk ketika harus kehilangan sumber uang, apa lagi biaya hidup sata ini cenderung mahal. Untuk menyiasati masalah ini, Anda bisa merencanakan finansial pensiun sejak dini. Dengan begitu, meski telah berhenti bekerja, Anda akan tetap mendapatkan penghasilan bulanan dari investasi atau asuransi hari tua yang dimiliki.

2. Kemampuan Fisik Menurun

Saat menghadapi pensiun, maka secara tidak langsung umur Anda juga tambah menua. Nah, di usia ini lah Anda akan merasakan bahwa kesehatan Anda menurun dan tidak seprima dulu. Untuk itu, salah satu caranya adalah dengan menjaga kesehatan fisik dan mental Anda. Anda harus selalu menjaga pola makan, jenis makanan yang Anda makan, hingga beragam aktivitas menyehatkan untuk tubuh. Dengan begitu, tubuh akan selalu fit dan sehat setiap hari.

3. Beragam Masalah Kesehatan

Selain kesehatan fisik yang menurun, Anda dapat merasakan beragam masalah kesehatan saat menghadapi pensiun, karena bukan hanya umur Anda yang bertambah tua, melainkan juga kondisi kesehatan fisik dan mental Anda. Oleh sebab itu, untuk menghadapi masa pensiun pastikan juga Anda turut menjaga dan melindungi kesehatan dengan baik. Dengan begitu, masa tua akan datang lebih bahagia dan nyaman.

Cara Mengatasi Kebosanan di Hari Tua

Hari TuaKetika memasuki hari tua, banyak orang tua yang berpikir bahwa hidup mereka akan sangat monoton dan membosankan. Keseharian mereka hanya akan di isi dengan bersantai di rumah dan tidak melakukan banyak aktivitas di luar. Padahal, di usia ini para orang tua sangat membutuhkan hiburan agar tidak merasa bosan dan murung. Oleh sebab itu, mereka bisa melakukan beberapa cara mudah untuk mengatasi rasa bosan di usia senja. Di bawah ini adalah beberapa aktivitas yang bisa dilakukan.

1. Lakukan Olahraga Ringan

Tubuh yang semakin menua, maka semakin membutuhkan banyak asupan vitamin dan juga kegiatan olahraga, gunanya agar tubuh tidak kaku dan mudah sakit. Tidak perlu melakukan olahraga berat, cukup lakukan beberapa olahraga ringan yang memang cocok untuk dilakukan oleh para lanjut usia. Dengan melakukan olahraga ringan, maka secara tidak langsung Anda telah membantu menyehatkan tubuh. Bahkan, jika aktiviats ini dilakukan dengan teratur maka akan mengurangi berbagai resiko penyakit kronis dan mental.

2. Salurkan Hobi Anda di Hari Tua

Saat di usia produktif, mungkin keseharian Anda di penuhi dengan berbagai aktivitas bermanfaat seperti sekolah atau bekerja. Namun, saat memasuki hari tua, tentu saja aktivitas tersebut menghilang dari hidup Anda. Untuk menggantikannya, Anda bisa menyalurkan hobi yang dimiliki untuk mengisi waktu luang. Misalnya, melukis, merangkai bunga, merajut, atau mungkin berlibur sambil keliling dunia. Dengan begitu, hari – hari Anda akan bebas dari rasa bosan dan jenuh.

3. Liburan Di Waktu Senggang

Seperti yang diketahui, orang tua memiliki lebih banyak waktu senggang dibandingkan saat mereka masih produktif. Untuk membuat waktu tersebut lebih berharga, selain melakukan hobi, Anda juga bisa berlibur ke destinasi yang memang telah diimpikan sejak lama. Tentu saja, Anda sudah mempersiapkan dananya sejak jauh-jauh hari agar uang pensiun yang Anda miliki tidak habis secara cuma-cuma selama liburan. Selain berlibur dengan pasangan, mungkin Anda juga bisa merencanakan liburan dengan anak dan cucu. Lebih menyenangkan, kan?