Ini Dia Kesalahan Umum Dalam Bisnis Franchise

Image result for pen and paperBisnis Franchise atau waralaba adalah bisnis yang diminati banyak orang, terutama pemula yang ingin belajar berbisnis. Alasannya adalah mudah dijalankan dan juga lebih mudah dipromosikan. Secara umumnya, mungkin bisnis Franchise ini terlihat mudah. Seorang pemula di bidang bisnis ini hanya perlu menentukan, franchise mana yang akan dipilih, kemudian mulai berinvestasi untuk usaha tersebut, dan tinggal menunggu keuntungan datang menghampirinya. Nyatanya, tidak semudah itu. Buktinya banyak yang melakukan kesalahan saat menjalankan bisnis ini. Di sini akan dijabarkan beberapa kesalahan umum yang biasa terjadi di dunia bisnis waralaba ini. Yuk, simak informasinya!

Meminjam Uang Tanpa Pikir Panjang

Terkadang dalam menjalankan sebuah bisnis franchise, memerlukan dana yang besar untuk perkembangan bisnisnya. Para pemilik bisnis Franchise tidak seluruhnya memiliki dana dalam jumlah besar di dalam saku mereka. Meminjam uang untuk modal bisnis memang disarankan, namun, terkadang banyak pebisnis yang tidak memikirkan bagaimana cara mengembalikannya. Apakah bisnis franchise mereka akan terus berkembang atau staknan di jalan. Oleh sebab itu, Anda harus tetap memikirkan masa depannya.

Salah Memilih Partner Bisnis

Kesalahan berikutnya yang sering dilakukan oleh pelaku bisnis franchise adalah kurang tepat dalam memilih partner bisnis. Ada baiknya jika Anda milih partner usaha yang punya pengalaman di bidang yang sama, atau paling tidak partner Anda haruslah mengerti mengenai bidang usaha Franchise yang sedang dijalankan. Dengan begitu, bisnis Anda akan dapat berjalan dengan baik dan menyelesaikan masalah bersama-sama.

Terlalu Cepat Membuka Cabang Bisnis

Membuka cabang baru menjadi mimpi pebisnis franchise. Dengan begitu akan menandakan bahwa bisnis franchise yang sedang dijalani berjalan dengan lancar. Namun Anda jangan salah, jika pemilik dan manajemen dari bisnis Franchise ini belum siap untuk perkembangan cabang baru, bisa jadi bisnis ini malah akan mendatangkan kerugian baginya. Dengan semakin banyak cabang baru yang dibuka, maka pengontrolan secara rutin oleh pemilik harus selalu dilakukan. Bila belum siap, hal ini hanya akan membuat bisnis kacau dan terancam bangkrut.