Usaha Daur Ulang Yang Mendunia

Sampah dan limbah banyak dijauhi masyarakat karena memiliki bau yang kurang sedap dan juga sudah tidak memiliki kegunaan lagi. Namun, di beberapa mata orang lain kedua benda ini adalah benda berharga yang bisa dijadikan item untuk berbinis. Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa ada orang-orang yang membangun usaha daur ulang sampah dan limbah dengan keuntungan yang mengiurkan, bahkan diantara sudah berhasil menembus pasar mancanegara. Yuk, simak beberapa usaha daur ulang asal Indonesia yang mendunia berikut ini.

Sendal Badol

Di Indonesia, karet ban mobil bekas yang tidak terpakai bisa disulap menjadi sandal. Tepatnya di Kampung Kebanaran, Purwokerto Barat ada lebih dari 40 peranjin sandal berbahan baku karet ban yang dinamai Sandal bandol. Berhasil mengikuti tren pasar membuat sendal ini memiliki desain modern, sehingga mudah diterima oleh masyarakat. Harganya pun cukup terjangkau, tidak lebih dari Rp 60 ribu.

Ternyata kreativitas akan karet ban bekas bukan cuma di Indonesia, sebuah perusahaan Detroit Threads mengumpulan 35 ribu ban bekas yang kemudian disulap menjadi sendal seharga Rp 290 ribu. Selain di Amerika, perusahaan ternama Swedia, Apokalyps Labotek, mengolah bahan bekas menjadi bubuk dan merubahnya menjadi lapisan lantai sekuat Akala.

XS project

Pernahkah Anda membayangkan jika sampah plastik yang Anda lihat sehari-hari bisa menjadi produk fashion yang laris di Eropa? Ternyata hal ini benar adanya. Sebuah yayasan bernama XS Project yang ada di Jakarta berhasil mendaur ulang sampah plastic menjadi berbagai barang dengan fungsi lain seperti tas belanja, dompet, hingga sebuah sofa.

Awalnya hanya Jupri, pengerajin tas, hanya memproduksi tas plastik dalam jumlah yang sedikit. Setelah bergabung bersama XS Project dia bisa melebarkan usaha daur ulang miliknya dan menghasilkan puluhan hingga ratusan produk. Bahkan, produknya sudah berhasil melanglang buana ke Eropa, Amerika, dan Australia.

Limbahagia

Ternyata, sampah plastik bukan hanya bisa dibuat menjadi tas atau dompet, Indra Noviansyah bersama usaha daur ulang miliknya, Limbahagia, berhasil mengelola sampah plastik menjadi bijih plastik. Bahkan, dengan bisnis ini Indra berhasil meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya. Seiring berkembangnya bisnis ini, Limbahagia tidak hanya mengelola sampah plastik, menurut Indra semua sampah memiliki nilai jualnya masing-masing. Bijih-bijih plastik ini nantinya akan dijual kembali kepada industri yang membutuhkan benda bjih ini sebagai bahan bakunya, seperti indsutri barang-barang dari plastik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *