Yuk, Kenali Perbedaan Jenis Sampah!

Sampah merupakan material sisa yang sudah tidak terpakai lagi. Sumber sampah pun berbeda-beda, ada yang berasal dari alam, manusia, hingga sampah pertambangan. Namun, di artikel berikut ini akan membahas perbedaan sampah paling sederhana yang perlu Anda ketahui yaitu sampah organik dan sampah anorganik.

Mungkin Anda sering menemukan tempat sampah yang membedakan kedua jenis tersebut. Tetapi apa sebenarnya jenis sampah organik dan sampah anorganik? Yuk, simak penjelesannya di bawah ini.

Sampah organik

Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa-sisa makanan, sayuran, daun kering, kayu tak terpakai, hingga kotoran yang mudah membusuk. Meski pun membusuk, sampah ini memiliki manfaat lain yang sangat berguna, yaitu menjadi pupuk kompos organik. Pupuk yang berasal dari jenis sampah ini berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Selain menjadi pupuk, jenis sampah ini juga bisa dijadikan barang dengan nilai ekonomi yang tinggi. Anda bisa merubah kayu-kayu bekas menjadi mabel dan perabotan rumah tangga baru yang bernilai.

Sampah anorganik

Jika jenis sampah organik bisa membusuk, berbeda dengan sampah anorganik. Jenis ini tidak mudah membusuk dan lebih sulit terurai oleh bakteri pengurai. Untuk mengurai satu sampah ini pun membutuhkan waktu hingga ratusan tahun. Benda-benda yang masuk ke dalam sampah anorganik antara lain adalah katung plastik, botol minuman, kaleng, hingga Styrofoam.

Dari pada sampah jenis ini dibiarkan menumpuk dan mencemari lingkungan, Anda bisa memanfaatkannya kembali dengan cara melakukan daur ulang sampah. Contohnya, limbah botol-botol minuman bekas dari plastik bisa Anda daur ilang kembali menjadi benda bermanfaat seperti tempat pensil dan mainan anak-anak. Alternatif lainnya adalah meleburkan semua sampah plastik menjadi biji plastik yang nantinya bisa dimanfaatkan kembali untuk membuat benda-benda baru.

Setelah mengetahui perbedaan dari kedua jenis sampah di atas, mungkin Anda bisa memilah sampah yang Anda buang, karena penanganan sampah organik dan anorganik pun berbeda caranya. Dengan memisahkannya masing-masing, secara tidak langsung Anda membantu menjaga lingkungan agar tidak tercemar. Untuk itu, yuk mulai peduli dengan sampah di sekitar Anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *